Kepergian (Ilustrasi) | Foto Flickr

Asmarainjogja.id – Ketika kepulangan dinanti-nanti, maka tidak halnya dengan kepergian. Orang-orang yang mencintai sesorang, sangat berat untuk melepaskan orang yang dicintainya untuk pergi. Kepergian seseorang adalah hal yang paling ditakutkan, sungguh sulit untuk berpisah kembali. Di saat kebersamaan adalah hal yang termahal dalam kehidupan.

Apakah kita sadar berkumpul atau bercengkrama dengan orang-orang yang terkasihi merupakan fenomena yang langka saat ini?

Mungkin sebagian kita yang  hanya tinggal di lingkungan keluarga, kerabat, maupun sahabat, mudah saja untuk berkumpul kembali. Tapi kenyataannya anak manusia bertebaran di muka bumi, mereka memilih jalan hidup untuk jauh dari orang-orang yang begitu dekat dengannya.

Yang perlu digaris bawahi adalah semua itu sebuah pilihan keterpaksaan, mereka yang pergi jauh karena memang harus pergi. Dan berbagai alasan setiap individu yang menjalaninya.

Hingga akhirnya kita tersadar kepergian seseorang memahamkan kita arti kebersamaan. Bersukurlah bagi kita yang tidak terpisah dari orang-orang yang kta cintai, mamun jika nasib memlilih jalan lain, kerinduan selalu membayang di setiap jengkal tapak yang kita lalui.

Pernahkah Anda merasakannya? Jika iya, kita adalah orang-orang yang selalu merindukan dan dirindukan.

Ada beberapa poin kenapa seseorang itu harus pergi, atau akan pergi lagi:

1. Menuntut Ilmu

Pergi menuntut ilmu adalah hal yang wajib dilakukan bagis setiap manusia, apapun agamanya, dan apapun suku bangsanya. Karena menuntut ilmu adalah hal yang wajib ditunaikan setiap anak manusia dalam perjalanannya dalam kehidupan ini, hingga ia harus kembali pulang ke abadian.

Tentu kita harus sadar, bahwa Allah SWT membenci manusia yang bodoh. Karena itu pula agama menuntut umatnya agar menjadi umat yang cerdas di dunia ini. Dengan ilmu itu pula seseorang yang mendalaminya akan membantu dirinya sendiri di tengah-tengah kehidupan yang semakin sulit, juga membantu orang lain sesuai profesi yang ditekuninya.

2Merantau

Merantau atau istilahnya di zaman sekarang ini adalah mengais rezeki di tanah orang, atau bekerja di negeri orang. Bukankah kita tahu bahwa TKI (Tenaga Kerja Indonesia) merupakan tenaga paling banyak menyebar di seluruh permukaan bumi ini?

Jadi jangan heran, bahwa budaya merantau dari nenek moyang kita dulu sampai sekarang ini, masih terpatri kuat di generasinya kemudian. Ditambah pula perekenomian negara yang semakin sulit, yang itu semua itu berakibat langsung ke setiap keluarga yang berpenghasilan kecil.

Setiap manusia ingin menjadi orang berkecukupan, bahkan pula ada yang mematokkan dirinya harus menjadi kaya raya. Apalagi dalam agama sendiri tidak melarang setiap umatnya menjadi kaya raya, malah sebaliknya. Itu karena dengan kekayaan yang kita miliki bisa dipergunaakan untuk kepentingan agama, dengan harta yang berlimpah kita juga bisa menolong orang-orang dalam kehidupan yang susah (orang miskin, orang-orang tua jompo yang tidak memiliki keluarga, anak yatim piatu, dan lain sebagainya).

3. Bertualang

Saat ini kita lebih akrab dengan backpacker, nah backpaker itu sendiri merupakan gaya hidup saat ini yang semakin populer di tengah-tengah kehidupan manusia. Backpaker juga tak jauh berbeda denga seorang petualang, bahkan bisa dibilang sama.

Hanya saja backpacker cenderung menjelajahi daerah-daerah yang eksotis, indah, dan menarik. Lain halnya dengan seorang petualang, yang ingin tahu segala hal yang ada dan terjadi di permukaan bumi ini. Oleh sebab itu pula seorang petualang rela meninggalkan zona nyaman kehidupannya, hanya untuk memecahkan teka-teki kehidupan yang selalu menjadi tanda tanya.

Bagi orang awam, seorang pertualang atau backpaker mengira itu hanya sebuah kegiatan yang sia-sia, menghambur-menghamburkan uang, atau malah merugikan diri sendiri. Apakah kita tahu? Terkadang  dari petualangan itu sendiri pelajaran kehidupan tentang kemanusiaan ini bisa didapat. Dari petualangan itu sendiri seorang petaulang bisa belajar dari daerah-daerah yang dikunjunginya, mungkin dari sebuah desa, kota, maupun negara.

Nah, tiga tipe anak manusia yang memilih pergi ini yang selalu merindukan dan dirindukan oleh orang-orang yang mencintainya, dan juga yang dicintainya. Sebagai pertanyaan penutup, apakah Anda termasuk dalam tiga golongan anak manusia di atas? Dan di poin yang mana? 1. Menuntut ilmu 2. Merantau, atau 3. Betualang?[]

Penulis:  Asmara Dewo

Asmara Dewo

Baca juga: 

Yang Dicinta yang Menghina

Kenapa Harus Pulang?

Lima Pertanyaan untuk Anda yang Berhenti Berjuang

Salahkah Wanita Memiliki Pendidikan yang Tinggi?

Yuk, gabung di Media Sosial kami!  Google+  Fanpage  Facebook  Twitter  YouTube

 



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas