Masakan lezat itu hanya dari seorang istri (Ilustrasi) | Foto Flickr

Asmarainjogja.id-Wanita adalah makluk spesial yang diciptakan oleh Tuhan dengan segala keunikannya. Makhluk berambut panjang ini memiliki kelembutan dan kasih sayang yang luar biasa. Tak jarang wanita adalah seseorang yang mengandalkan perasaan, sedangkan kaum pria lebih memakai  insting logikanya.

Kebanyakan  sebagian orang  menilai wanita lebih lemah dan melankolis. Hatinya bagaikan selembut kapas dan salju. Pernahkah kita menyaksikan seorang wanita gampang sekali berurai air mata jika hatinya tersentuh melihat sesuatu kejadian yang menyentuh kalbu. Beda sekali dengan pria yang tak mudah mengeluarkan air mata.

Selain itu wanita yang sudah memiliki keluarga atau menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya, tentu adalah seorang yang hebat bagi keluarganya. Setiap hari tanpa kenal lelah selalu memberikan kehangatan dan kasih sayang yang tak pernah pudar. Mulai dari mengurus anak-anak, suami, pekerjaaan rumah tangga, bahkan ada juga seorang ibu yang bekerja untuk  membantu suami untuk mencukupi kehidupan keluarganya.

Untuk wanita yang akan bersiap-siap menjadi seorang ibu  atau istri, maka pertanyaan yang sering muncul di kepala kita adalah apakah seorang wanita harus pintar memasak? 

“Oh, iya,  zaman sekarang semua serba modern,  tinggal suruh pembantu saja atau beli makanan siap saji, lagian kan nggak repot. Nggak mesti masak di dapur, berkutat  dengan bumbu-bumbu dapur  yang baunya  menyengat hidung, nanti  suami jadi nggak cinta lagi, dong”.

Ah, aku mau jadi wanita karir saja deh. Kerja di kantoran yang ber-AC dari pada hanya di rumah.

Hahaha...  itu sih kalau kamunya jadi orang kaya, coba kalau hidup sederhana?

Memang sering sekali kita dengan istilah orang Indonesia wanita itu tidak lepas dari 3 kewajiban, yaitu: kasur, dapur, kamar  mandi. Memang kedengaran lucu, tapi itulah kenyataannya, wanita tak lepas dari 3 kewajiban tersebut.  

Memasak  adalah tanggung jawab dari seorang wanita, apalagi seorang wanita yang sudah memiliki keluarga atau sudah menjadi seorang ibu atau istri.

Memasak bagi kaum hawa bukan hal yang baru lagi. Memasak makanan untuk suami dan anak-anak adalah hal yang menyenangkan  dan tentunya merupakan ibadah. Bahagia sekali rasanya melihat suami dan anak-anak makan dengan lahapnya masakan dari ibunya. Sehingga anak-anak terpenuhi gizinya  dan tumbuh menjadi anak-anak yang sehat.

Memang masih banyak sekali wanita atau istri yang masih belum bisa memasak, atau  bisa memasak tapi rasanya masih kurang enak di lidah. Namun, tak ada salahnya mulai belajar memasak dari sekaran.  Jangan pernah patah semangat teruslah belajar tanpa henti. Karna proses belajar itu tak hanya satu atau dua kali.

Jika kamu gagal menghidangkan masakan yang enak,  misalnya kurang asin, keasinan, gosong dan sebagainya. Maka teruslah belajar. Ada kebahagian tersendiri saat suami dan anak-anak makan dengan lahap di meja makan keluarga.

“Wah masakan Bunda, enak sekali” atau “masakan  Bunda memang masakan terenak di dunia ini.”

Sebuah pujian dari anak-anak atau suami akan menambah kehangatan cinta dalam keluarga.

Bagi kamu yang masih lajang khususnya kaum hawa. Mulai dari sekarang  mulailah belajar memasak, setidaknya kamu bisa membedakan mana kunyit, jahe, lengkuas. Dulu kita masih malas ke dapur menolong ibu memasak. Sekarang bergegaslah bantu ibumu.

Belajar memasak dan tentunya mencuri ilmu tentang memasak yang enak.  Di zaman sekarang cantik saja tak cukup. Skill memanjakan lidah dengan masakan yang kamu hidangkan,  juga salah satu  pertimbangan seorang pria  untuk  menjadikan kamu seorang pendamping hidup.[]

Penulis: Rizka Wahyuni Nasution 

Baca juga:  Kalau Cinta Kamu Ditolak, Itu Artinya?

Yuk, gabung di Media Sosial kami!  Google+  Fanpage  Facebook  Twitter  YouTube








Custom Search




Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas