Tampak Indah Candi Sojiwan | Foto AIJ

Asmarainjogja.id-Rombongan burung pingai bercicit ria di atas candi. Mereka berpindah-pindah dari satu stupa  ke stupa  lainnya, lalu ke relung-relung  badan candi.

Dengan sayapnya yang mungil itu, tampak sekali mereka begitu lincah mengitari Candi Sojiwan. Dan beberapa waktu kemudian mereka beterbangan ke pohon yang tak jauh dari candi.

Anak-anak TK juga tak mau kalah girangnya dengan burung pingai. Di utara halaman anak-anak itu sedang asyik bermain out bond. Ada tali temali yang terikat dari pohon satu ke pohon lainnya, di sana pula para orangtua murid sesekali gelak tawa melihat anak-anaknya. Ya, mereka sedang berlibur juga bermain di halaman candi yang cantik ini.

Candi Sojiwan adalah salah satu candi yang unik di antara lainnya yang ada di pulau Jawa. Candi ini bercorak Budha dan Hindu. Sekilas ada kemiripan dengan Candi Prambanan, karena bentuknya yang mengerucut tinggi. Hanya saja di bagian atapnya berjajar stupa-stupa, dan di pucuknya bercokol stupa yang paling besar. Hal ini mengingatkan kita pada Candi Borobudur.

Karena itu pula Candi Sojiwan disebut-sebut perkawinan Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Begitu unik dan indah dipandang. 

Candi SojiwanMenatap keindahan Candi Sojiwan dari sebelah utara (sebelah kanan candi)  | Foto AIJ

Di bagian tubuh candi, terdapat relief adegan yang diambil dari cerita fabel pancatantra atau jataka.  Ada 12 relief adegan yang bisa dilihat di sana. Dari cerita-cerita tersebut tampak pesan moral yang kuat pada orang-orang di zaman itu, dan tentunya kita yang mau belajar dari sejarah nenek moyang dulu.

Candi Sojiwan didirikan oleh Raja Balitung sebagai bentuk kehormatan pada neneknya yang bernama Nini Haji Rakyan Sanjiwana, yang dibangun kurun waktu sekitar 842 masehi dan 850 masehi. Dan kemudian ditemukan kembali pada tahun 1813 oleh Kolonel Collin Mackenzie.

“Candi Sojiwan tahun 2011 lalu dipugar, Mas,” ucap Pak Mario pada kami, ia adalah seorang pemandu yang ada di candi ini, Minggu (15 Mei 2016).

Candi SojiwanCandi Sojiwan dari depan. Abaikan modelnya | Foto AIJ

Candi yang megah ini menghadap ke barat, dan tepat di depannya yang berbatas dengan pagar kawat besi terhampar persawahan hijau milik warga setempat. Di sekitar candi juga terdapat pepohonan yang cukup rindang, dan juga rimbunan bambu di bagian selatannya. Bisa dibilang candi ini cukup sejuk, walaupun dikunjungi di tengah terik matahari yang menyengat. 

Candi SojiwanMengintip keelokan Candi Sojiwan dari rimbunan bambu | Foto AIJ

Serta halaman hijau yang cukup luas itu juga memanjakan para pengunjung untuk istirahat sejenak di antara desauwan angin yang melenakan. Mengajak si buah hati berlibur dengan keluarga besar adalah pilihan saat mengunjungi ke Candi Sojiwan. Karena anak-anak tentu sangat suka bermain-main di halaman hijau yang luas.

Bagi sahabat traveler, juga wajib nih melengkapi cerita perjalananya ke candi paling unik dan indah ini. Biaya masuk ke sini seikhlas hati, hanya biaya parkir saja yang dikelola oleh warga setempat di depan rumahnya.

Candi Sojiwan terletak di Dusun Sojiwan, Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Rute ke Candi Sojiwan juga mudah, melalui Candi Prambanan, di tugu perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, ada gang yang berada di arah Selatan. Lalu terus memasuki jalan tersebut, sampai melewati rel kereta api. Tidak jauh melewati rel itu ada plang Candi Sojiwan. Kemudian ikuti arah tersebut yang berada di kiri jalan. Kalau terlalu sulit, monggo tanya warga setempat![] 

Penulis:  Asmara Dewo 

Baca juga:  Singgahlah ke Candi Barong di Perbukitan Batur Agung 

Dieng: Pesona Alam di Dataran Tertinggi Pulau Jawa

Yuk, gabung di Media Sosial kami!  Google+  Fanpage  Facebook  Twitter  YouTube








Custom Search




Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas