Agus Yudhoyono dan anak-anak SD membaca buku banjir dan longsor | Instagram AHY

Asmarainjogja.id – Untuk mencerdaskan diri salah satunya adalah membaca. Tak ada manusia yang cerdas di bumi ini yang tidak suka membaca. Bahkan Nabi Muhammad SAW, dan sahabat nabi, yang mempunyai daya ingat tinggi menghafal ribuan hadist dan ayat Al-Quran, salah satunya karena membaca, dan merupakan sebagai kewajiban dalam kehidupan.

Seorang tahfidz, juga selalu meluangkan waktunya untuk membaca, membaca Al-Qur;an tentunya. Agar hafalannya semakin baik dan tajam. Pengusaha-pengusaha sukses terbesar yang memiliki perusahaan raksasa, juga hobi membaca, salah satunya adalah Mark Zuckerberg. Bos facebook ini mengatur waktunya dalam seminggu harus menamatkan satu buah buku.

Orang-orang jenius yang pernah lahir di bumi ini juga suka sekali membaca. Membaca apa saja yang mendukung ilmu pengetahuannya. Dan lihat saja contoh kecilnya, seorang mahasiswa dengan IP yang tinggi tentu ia mempunyai kebiasaan membaca. Apalagi dosen, sumber pengetahuan dari mahasiswa, tentu selalu menggali bacaan-bacaan yang yang terus mengembang pengetahuannya.

Baca juga:  30 Quotes Terbaik Pramoedya Ananta Toer di Novel Bumi Manusia

Dan memang, membaca adalah kegiatan orang cerdas dan berwawasan luas yang ada di bumi ini. Dan jangan heran jika berbicara dengan orang yang gemar membaca, yang mendengarnya akan menyerap pengetahuan, informasi, wawasan, motivasi dan inspirasi.

Para tokoh bangsa Indonesia juga suka membaca. Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sahrir, Tan Malaka,Buya Hamka, dan lain-lain. Dan kelima tokoh bangsa itu tak hanya memiliki hobi membaca, namun juga menulis. Sampai sekarang buah pikirannya melalui buku masih bisa kita baca, dan bisa dipelajari. Jadi kegiatan membaca memang budaya orang-orang besar, dan orang-orang yang memiliki impian besar untuk Indonesia dan dunia.

Bukan rahasia umum lagi bahwa dengan membaca kita bisa melihat dunia (membaca adalah pintu dunia). Itu sungguh benar sekali, meskipun hanya kalimat kiasan. Bukankah kita tahu informasi-nformasi negara Amerika Serikat sana, padahal kita hanya di Indonesia hanya dengan membaca berita atau majalah? Bukankah kita bisa mengikuti perkembangan konflik antara Palestina dan Israel melalui berita-berita yang tersebar di dunia? Begitu juga dengan negara kita sendiri, informasi dari Sabang sampai Merauke bisa kita kita dapatkan hanya dengan membaca.

Terlebih lagi bahan bacaan semakin terus berkembang didorong zaman tekonologi internet ini, hanya dengan sekali klik, kita bisa mendapatkan berbagai informasi yang kita butuhkan. Sungguh beruntung sekali orag-orang yang suka membaca. Banyak sekali segala macam ilmu pengetahuan yang didapat dari membaca. Apalagi kalau ingin tahu tentang sejarah, bagaimana mungkin kita bisa memahami sejarah kalau tidak membaca? Padahal setiap kejadian-kejadian dalam setiap sejarah itu terjadi ribuan tahun yang lalu, bahkan sampai ratusan ribu tahun yang lalu.

Baca juga:  Mencapai Target Hidup Karena Allah SWT

Ya, hanya karena membacalah kita bisa tahu banyak hal yang tersembuyi di duniaa ini. Dan membaca adalah kunci pintu ilmu pengetahuan.   Dengan membaca pula kita mengenal bangsa dan negara sendiri.

Dari zaman pendidikan yang mulai meraba Indonesia, di abad ke-19, sampai sekarang, di abad 21, membaca masih hal yang cukup tabu di negeri ini. Kesadaran bangsa terhadap pentingnya membaca masih sangat minim sekali. Itulah juga kenapa bioskop lebih ramai dari toko buku. Generasi muda nonkrongnya di cafe, mall, wisata, dibandingkan di perpustakaan.

Silahkan Anda buktikan sendiri kalau berkunjung ke perpustakaan di daerah Anda! Dan lihatlah juga toko buku yang ada di mall, mana pengunjungnya yang lebih banyak, bioskop atau toko buku? Sungguh, kawan, ini jumlah yang jauh sekali perbandingannya. Kalau tidak berlebihan 1 banding 100. 1 orang yang memilih ke toko buku, atau ke perpustakaan, maka 100 orang memilih ke bioskop.

Apalagi ada film terbaru di Indonesia ini, ribuan penonton berbondong-bondong memadati bioskop. Nah, kalau ada diskon atau promo buku di toko buku, hanya segelintir saja yang sangat antusias. Dari mulai anak-anak, remaja, dewasa, orangtua, sudah sebaiknya memikirkan lagi, mana yang lebih diutamakan hiburan atau pengetahuan? Kalau pengetahuan, dan ingin mencerdaskan diri, tentu kita memilih buku daripada yang lainnya.

Koleksi Buku Agus Yudhoyono

Maka tak heran jika Agus Yudhoyono itu begitu cerdas karena ia suka membaca. Sejak SMP sudah mendapat penghargaan dari bidang akademik. Lulus SMA Taruna Nusantara Magelang di tahun 1997 dengan predikat terbaik. Bahkan sosok Agus sudah menampakkan jiwa kepemimpinannya sebagai Ketua Osis di SMK. Dan bukan rahasia umum lagi seorang Ketua OSIS itu memang berprestasi, baik di bidang akademik maupun ekstrakurikuler.  

Kemudian putra sukung Susilo Bambang Yudhoyono tersebut melanjutkan pendidikannya di Akademi Militer Magelang. Di Akmil ia juga menyabet penghargaan Tri Sakti Wiratama, karena aktivitasnya yang menonjol, di bidang kepribadian, dan bidang jasmani.

Ia juga terpilih sebagai Komandan Resimen Korps Taruna pada tahun 1999, pada tingkat I dan II. Kemudian ia lulus dengan predikat terbaik dan meraih penghargaan pedang Tri Sakti Wiratama serta Medali Makayasa pada Desember 2000. Agus juga luluasn terbaik Sekolah Kecabangan Infantri dan lulusan terbaik Kursus Combat Intel paada tahun 2001.

Bagi Agus Yudhoyono membaca buku bukanlah hobi, tapi keharusan. Sebagaimana halnya berolahraga dan memimpin di lapangan. Ungkapan dan prinsip yang sangat cerdas, bukan? Harus! Harus! Harus membaca!  

Karena prinsip itulah yang selalu akan haus ilmu pengetahun, kemudian di tahun 2006, ia mengikuti pendidikan master di Bidang Strategic Studies di Institut of Defence and Strategic studies, Nanyang Tecnologi Univercity (NTU), Singapura.  

Baca juga:  Lima Profesi Paling Berpengaruh Bagi Kehidupan Manusia

Dan pendidikan suami Annisa Pohan pun terus berlanjut, di tahun 2010, ia mendapatkan gelar Master of Public Administration di John F. Kennedy Scool of Goverment, Universitas Hardvard, Cambridge.  Kemudian ia juga menyelesaikan pendidikannya di George Herbert School of Business and Technologi, Webster University, dengan meraih gelar Master of Arts Leadhership.

Peraihan prestasi yang begitu gemilang dari Agus Yudhono sejak masa SMP dan gelar master baik di NTU, di Kampus Webster, maupun di kampus Hardvard, dan karir militer yang baik. Semua itu tentunya tak terlepas budaya membaca dari Agus Yudhoyono dalam kesehariannya. Kini cagub ganteng itu  telah resmi keluar dari kesatuan militer dengan pangkat terakhir Mayor Infantri Angkatan Darat, dan mengikuti Pilkada DKI Jakarta 2017. [Asmara Dewo]



Komentar Untuk artikel Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas